aspeksindo

KKP Berhasil Selamatkan Lumba-lumba Terdampar di Jembrana Bali

Nomor: SP. 421/SJ.5/IV/2021

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan seekor lumba-lumba risso (Risso dolphin) yang terdampar di Pantai Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Jumat (16/4/2021).

Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menerangkan bahwa timnya menerima laporan dari warga bernama Made Surianta tentang lumba-lumba yang terlihat terdampar di perairan Pantai Banjar Tembles, Kabupaten Jembrana pada pukul 04.30 WITA.

Baca Juga : Sempat Terperangkap Jaring Rumpon, Penyu Belimbing Akhirnya Selamat

Mamalia laut berjenis lumba-lumba risso tersebut berusaha didorong kembali ke laut oleh beberapa warga namun kembali terdampar. Saat ditemukan di koordinat 8°23’45,7″LS dan 114°43’50,2″BT, kondisi lumba-lumba masih bergerak dan bernafas.

“Pukul 11.15 WITA masih berdenyut jantungnya namun sudah tidak merespon dan tidak bergerak. Terindentifikasi berukuran kurang lebih 3 meter, usia kira-kira 15 tahun, berjenis kelamin betina,” jelas Yudi.

Saat tim respon cepat tiba di lokasi, lumba-lumba telah diupayakan digiring ke tengah laut oleh Satuan Pengawas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jembrana, Jakarta Animal Network, Pokmaswas Satgas Lingkungan Pejarakan sampai pukul 15.30 WITA namun kembali terdampar.

“Tim PSDKP menghubungi drh. Dwi (Flying Vet) untuk meminta saran tindak lanjut penanganan. Berdasarkan petunjuk dokter akhirnya lumba-lumba dipindahkan ke Pelabuhan Pengambengan dan akan dilepas menggunakan kapal di tengah laut. Jam 16.45 WITA lumba-lumba berhasil dipindahkan menuju pick up untuk selanjutnya berangkat menuju pelabuhan Pengambengan,” urainya.

Saat tiba di pelabuhan Pengambengan, tim bersama PSDKP, Flying Vet dan Jakarta Animal Network berhasil membawa lumba-lumba menuju tengah laut dengan perahu nelayan setempat melepasliarkan ke tengah laut. Sementara kondisi selanjutnya dipantau oleh taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana untuk mengantisipasi lumba-lumba terdampar kembali.

Lumba-lumba termasuk mamalia laut yang dilindungi secara nasional.  KKP telah menetapkan rencana aksi nasional (RAN) konservasi bagi semua jenis mamalia laut tersebut melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Mamalia Laut Tahun 2018-2022.

Sumber: HUMAS DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

pulau-baru-ntt

Begini Penampakan Pulau Baru Pasca Badai Seroja NTT

Camat Loaholu Jemi Oktovianus Adu , membenarkan adanya pulau baru yang muncul usai badai Siklon Tropis Seroja di kecamatan Loahalu, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur ( NTT ) ,

“Pulau itu muncul tepatnya hari Minggu 5 April 2021. Pulau itu terbentuk dari gundukan pasir dan batuan,” ungkap Jemi saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon.

Pulau baru itu berada di wilayah Dusun Sai, Desa Tolama, Kecamatan Loaholu dan luasnya sekitar 152 langkah kaki .  Jarak dari tepi pantai sekitar 200 meter dan tampak seperti pagar bebatuan di laut.

Baca Juga : Pulau Baru Muncul di NTT Pasca Badai Seroja

Rencana pulau tersebut diberi nama Pulau Paskah

Jemi menceritakan, keberadaan pulau baru itu pertama kali dilihat oleh kepala Desa Tasilo Isak Dea dan sejumlah warga setempat, tepatnya pada hari Minggu .

Isak dan warga pun segera melaporkan temua it uke warga lainnya. Rencananya , menurut Jemi, warga ingin pulau baru itu diberi nama pulau Paskah.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M Saek, mengaku sudah menerima informasi itu namun dirinya belum melihat secara langsung .

Penampakan pulau baru melalui video yang bersumber dari salah satu akun facebook bernama Bram Nappoe yang di unggah pada ( 13/4/2021 ) pukul 11:30 .

aspeksindo-pulau-baru

Pulau baru muncul di NTT pasca Badai Seroja

Pemerintah NUSA Tenggara Timur ( NTT ) telah meminta pihak Lembaga Imu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ) segera turun untuk melakukan riset dan penelitian dengan fenomena kemunculan pulau baru di kabupaten Rote Ndao, setelah badai Seroja yang melanda wilayah tersebut pada pekan lalu.

Mengenai hal tersebut juru bicara pemerintah provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu  mengungkapkan, “Memang di Pulau Rote muncul sebuah pulau kecil , sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian ilmiah secara geologis . Kita harapkan para peneliti dari LIPI untuk datang melakukan riset ilmiah mengenai kemunculan femonomena pulau baru di provinsi NTT pasca badai seroja .”Seperti dilansir dari kompas.com sabtu ( 17/4/2021 ).

Menurut marius, pemerintah kabupaten Rote Ndao belum melaporkan kejadiaan ini secara resmil tentang kemunculan pulau tersebut. Pihaknya , mengetahui fenomena baru itu melalui pemberitaan Media Masa yang tersebar di wilayah Rote Ndao .

Baca Juga : Begini Penampakan Pulau Baru Pasca Badai Seroja NTT

Barangkali kemungkinan pulau itu muncul akibat pengaruh dari gelombang tinggi disertai angin putting beliung ketika badai seroja melewati laut hingga menciptakan pusaran yang besar sehingga satu lubang tercipta dan sedimen dari dasar laut terangkat ke atas membentuk sebuah pulau baru. “ Kata Marius“.

Kita kan belum mengetahui , apakah pulau yang muncul itu karena dibawahnya banyak tumpukan sampah , atau tanah itu terbawa dari daratan akibat gelombang pasang yang berada di lautan “sambung Marius”

Karena itu marius mengatakan , perlu dilakukan riset mendalam mengenai fenomena hal tersebut oleh LIPI atau pun penelitian untuk mengetahui penyebab jelas munculnya pulau tersebut .

Baca Juga : Aspeksindo Punya Peran Sentral Maju Mundurnya Bangsa Indonesia

“Kita berharap ada riset dari peniliti LIPI sehingga bisa menjelaskan secara mendetail kepada halayak public, karena ini fenomena yang menarik ,” Ujarnya.

Hal ini juga sudah dibenarkan oleh Camat Loahalu Jemi Oktavianus Adu yang menjelaskan bahwa pulau tersebut muncul pada  hari minggu , 5 April 2021. Pulau tersebut terbentuk dari gundukan pasir dan batuan.

Sumber : KOMPAS.COM

4

Aspeksindo Ajak Kompas Gramedia Ikut Kampanyekan Isu Kepulauan dan Pesisir

TRIBUN-TIMUR.COM – Dalam rangka membangun kolaborasi, Sekretariat Asosiasi Pemerintahan Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia ( Aspeksindo ) dipimpin Direktur Eksekutif Andi Fajar Asti melakukan kunjungan ke Kompas Gramedia di kantor Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Dia disambut Direktur Corporate Communication Kompas Gramedia Rusdi Amral bersama General Manager Bentara Budaya Fitricia Juanita, Corporate Communication Manager Kompas Gramedia Glory Oyong, dan perwakilan Litbang Kompas Anung Wendyartaka.

“Kami cukup lengkap hari ini karena Aspeksindo adalah lembaga yang strategis dan mempunyai visi dan misi yang jelas dan fokus. Mudah-mudahan kita dapat bersinergi membangun bangsa ini khususnya tema-tema pesisir dan kepulauan,” kata Rusdi Amral sebagaimana siaran pers Aspeksindo.

“Kami punya grup media cetak, televisi, radio, properti, hotel, EO, industri cetak termasuk kemasan dan lain-lain. Kami membuka diri untuk jajaki apa saja yang memungkinkan kita sinergikan bersama.”

Aspeksindo menyampaikan rasa kagumnya kepada Kompas Gramedia.

“Terima kasih dan salam dari ketua beserta seluruh jajaran pengurus dan anggota Aspeksindo atas sambutan yang sangat luar biasa ini semoga kita dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat kepuluan dan pesisir seluruh Indonesia,” kata Andi Fajar Asti.

Dia mengajak Kompas Gramedia ikut mengkampanyekan isu kepulauan dan pesisir sebagai grand issue yang kembali harus didorong untuk mengembalikan perspektif pembangunan di Indonesia.

“Pesisir dan kepulauan adalah isu penting yang mesti kita dorong bersama,” kata Andi Fajar Asti sekaligus Ketua Assosiasi Mahasiswa Pascasarjana se-Indonesia.

Ia menguraikan tentang pembangunan Indonesia harus dimulai dari pesisir dan kepulauan sebagai kawasan yang selama ini identik dengan ketertinggalan.

“Padahal wilayah pesisir dan pulau adalah daratan terdepan Indonesia dengan negara luar. Kita mempunyai lebih dari tiga ratus Kabupaten dan Kota yang berbasis di pesisir dan pulau-pulau se-Indonesia,” kata dia.

Ketua Aspeksindo Abdul Gafur Mas’ud meminta dukungan Kompas Gramedia dalam menjalankan program Aspeksindo.

“Ini visi besar Pak Jokowi sehingga kami di Aspeksindo mengajak semua pihak khususnya Kompas Group untuk bersinergi membangun negeri,” kata Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur ini.

“Kami butuh dukungan dan kerjasama dan potensi Kompas Grup luar biasa sehingga saya yakin gerakan membangun pesisir dan pulau-pulau ini akan memajukan bangsa secara umum.”

Kepada manajemen Kompas Gramedia, Aspeksindo juga menyampaikan tentang rencana launching Gerakan Literasi Pesisir dan Pulau-pulau.

“Kami sedang menginisiasi Gerakan Literasi Pesisir dan Pulau-pulau untuk membangun kecerdasan menuju kesejahteraan warganya khususnya kaum muda. Kami sedang siapkan road map-nya dan diharapkan dapat di-launching dalam waktu tidak lama,” kata Andi Fajar Asti.(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Aspeksindo Ajak Kompas Gramedia Ikut Kampanyekan Isu Kepulauan dan Pesisir, https://makassar.tribunnews.com/2020/11/05/aspeksindo-ajak-kompas-gramedia-ikut-kampanyekan-isu-kepulauan-dan-pesisir.

Editor: Edi Sumardi

3

Bupati PPU Antarkan Langsung Bantuan Ke SULBAR Menggunakan Helikopter

Kaltimku.id, BALIKPAPAN – Berkaca mata hitam, topi pet hitam dan baju putih yang dilapisi jaket kulit hitam Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) H Abdul Gafur mengawal langsung bantuan bagi para korban gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

“Hari ini kami akan meninjau dahulu kondisi saudara-saudara kita di Sulbar dengan membawa bantuan pertama yang memakai helikopter,” jelas H Abdul Gafur Mas’ud, di Hanggar Helikopter Bandara SAMS Sepinggan, Sabtu (16/1/2021).

Abdul Gafur Mas’ud, adik kandung Wakil Walikota Balikpapan H Rahmad Mas’ud itu menguraikan, Keluarga Besar Bani Mas’ud memang mengawali bantuan dengan helikopter yang kapasitas muatnya terbatas, sehingga bantuan selanjutnya akan menggunakan kapal laut.

“Alhamdulillah dengan koordinasi dari keluarga Bani Mas’ud, Asosiasi Kepala Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia atau Aspeksindo juga para donatur akan segera mengirimkan bantuan berikutnya,” tegas Ketua Aspeksindo Kaltim periode 2018-2022.*

2

Serahkan Donasi Rp 100 Juta Bagi Korban Gempa Sulbar, Ketua Aspeksindo Ajak Anggota Salurkan Bantuan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) turut peduli dengan korban gempa di Sulawesi Barat (Sulbar). Salah satunya dengan menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 100 juta untuk warga Sulbar yang terdampak gempa bumi beberapa hari lalu.

Tampak Ketua Aspeksindo yang juga Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud mengawal langsung bantuan bagi warga di Sulbar khususnya di daerah Mamuju dan Majene dengan menggunakan helikopter. Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai Rp 100 juta kepada petugas penanggulangan bencana setempat.

“Ini baru bantuan awal, rencananya kami akan kembali menyalurkan bantuan, namun akan diangkut dengan kapal laut,”jelas Abdul Gafur Mas’ud, akhir pekan kemarin.

Gafur juga mengajak anggota Aspeksindo untuk menyalurkan bantuannya, nanti bisa melalui Aspeksindo yang akan menyerahkan ke Gubernur untuk disalurkan ke dua wilayah yang terdampak gempa yakni Kabupaten Mamuju dan Majene.

“Mudah-mudah tidak ada lagi gempa susulan, dan kami juga mendoakan semoga masyarakat Sulbar diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan,” ujarnya.

1

RUU Ibu Kota Negara Masuk Prolegnas, Ini Harapan Bupati Penajam Paser Utara

Jakarta – 

Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (IKN) masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. Bupati Penajam Paser Abdul Gafur selaku kepala daerah yang dipilih daerahnya sebagai ibu kota negara menyambut baik RUU ini.

“Kami berharap diberi kemudahan dan dipercepat untuk disetujui menjadi undang-undang. Insyaallah warga Kaltim dan Indonesia timur siap!” kata Abdul Gafur kepada wartawan, Rabu (24/3/2021).

Abdul Gafur menilai pemilihan IKN di Kaltim merupakan bentuk perwujudan dari sila kelima Pancasila.

“Pembangunan dan apa yang diterapkan oleh Bapak Presiden ini saya rasa sangat bertepatan dengan sila kelima. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Dia mengaku bahwa pemerintah Penajam Paser Utara siap membangun IKN. Kesiapan ini dia sampaikan karena melihat isu yang marak terkait IKN di Kaltim.

“Kalau pemerintah pusat tidak mampu, bukan berarti tidak ada anggaran. Kalau seandainya politik itu terlalu tinggi, karena di Lemhanas juga diajarkan kalau politik tinggi pembangunannya rendah. Kalau politik rendah, insyaallah pembangunan tinggi,” ujarnya.

“Kita di Penajam Paser Utara membuat tagline ‘membuat peradaban baru untuk Indonesia’. Bahkan untuk poros maritim dunia,” imbuhnya.

Sebelumnya, DPR RI mengesahkan 33 rancangan atau revisi undang-undang (UU) yang masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. RUU IKN termasuk di dalamnya. Selain itu, pemerintah dan DPR RI sepakat menghapus RUU Pemilu dalam Prolegnas Prioritas 2021.

Badan Legislasi (Baleg) menyatakan pihaknya dan pemerintah sepakat 33 RUU yang menjadi Prolegnas Prioritas 2021. Pengambilan keputusan tingkat II pun dilakukan dalam rapat paripurna.

“Marilah kita bersama-sama untuk mengambil keputusan dalam sidang paripurna ini untuk kemudian kita dapat menyetujui laporan Ketua Baleg DPR RI mengenai penetapan Prolegnas RUU Prioritas 2021 dan apakah dapat kita setujui?” tanya Dasco.

“Setuju,” jawab anggota DPR dalam ruang paripurna.(rdp/tor)