Aspeksindo

Aspeksindo Dorong Pemerintah Mulai Akselerasi Layanan MBG di Daerah 3T

Aspeksindo
Direktur Eksekutif Aspeksindo, Andi Fajar Asti. (doc. Aspeksindo)

Jakarta – Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) Andi Fajar Asti mendorong pemerintah untuk mempercepat pemerataan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sekolah di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Terlebih, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut wilayah 3T menjadi salah satu prioritas yang disasar MBG.

Artinya, program Prabowo Subianto yang disampaikan sejak masa kampanye Pemilu 2024 ini diperuntukkan untuk anak sekolah yang lemah secara ekonomi.

Dari 122 wilayah 3T di Indonesia, sebaran titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum mencapai 50 persen. Itulah alasan mengapa Aspeksindo meminta pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional melakukan observasi menyeluruh dan mulai membuka layanan di semua wilayah 3T.

Demikianlah penuturan Fajar Asti saat ditemui di kantor Aspeksindo, Jumat, 17 Oktober 2025. “Kami mendukung sepenuhnya program MBG. Maka kami mendorong agar mempercepat pengadaan SPPG di wilayah 3T, khususnya daerah kepulauan dan pesisir,” tutur Fajar.

Catatannya, mahasiswa program doktoral IPDN ini menekankan perlunya pihak terkait memperhatikan jenis makanan yang sesuai dengan selera anak. Termasuk, kata dia, bahan pangan berkualitas dan bergizi dipasok dari masyarakat setempat.

“Aspeksindo mengharapkan jenis makanan yang disajikan untuk anak sekolah memperhatikan makanan lokal. Jadi suplai bahan baku itu mengambil potensi daerah masing-masing, termasuk memaksimalkan potensi perikanan dan kelautan,” jelas Fajar.

Lebih lanjut, layanan SPPG di wilayah 3T tak sekadar berpotensi mengurangi statistik angka stunting anak Indonesia, tetapi juga menjadi sumber penghidupan baru bagi orang tua mereka.

“Jika demikian, tak hanya pemenuhan gizi anak, bukan cuman mengurangi angka stunting, tetapi juga menciptakan sirkulasi ekonomi yang kuat di masyarakat. SPPG di wilayah 3T ini akan menjadi anak tangga mencapai puncak kemandirian ekonomi masyarakat. Catatannya harus dipercepat dan merata,” pinta Fajar.

Diketahui, Aspeksindo aktif membina generasi muda dalam ajang Sekolah Duta Maritim Indonesia. Sebaran pesertanya merata dari semua wilayah, bahkan melibatkan anak muda yang bukan berasal dari Kepulauan dan Pesisir.

Duta Maritim ini, kata Fajar, memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai, termasuk persoalan jenis makanan yang tepat untuk anak-anak di tiap wilayah. Karena itu, Fajar meyakini pelibatan Aspeksindo dalam akselerasi pengadaan dapur SPPG di semua wilayah 3T akan sangat membantu.

“Aspeksindo memiliki jejaring di semua daerah Kepulauan dan Pesisir. Jumlah Duta Maritim Indonesia juga ratusan. Kami siap menjadi bagian integral program MBG,” tandas dia.

WhatsApp Image 2021-06-25 at 00.35.59

Staf Khusus Wapres imbau Daerah Kepulauan Gabung ASPEKSINDO

Aspeksindo.or.id — Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Indonesia (Aspeksindo) bakal menggelar sarasehan pertama pada 3-5 Oktober 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta. Wakil Presiden, Jusuf Kalla, dijadwalkan menghadiri acara tersebut.Wapres JK mendukung keberadaan ASPEKSINDO dan kegiatan serasehan kemaritiman nasional yang diadakan nantinya.

Pria berdarah Bugis juga mendukung kerja sama ASPEKSINDO dengan BNI, bank tertua di Indonesia, untuk memaksimalkan potensi usaha kerakyatan di perdesaan sesuai karakteristik wilayah maritim ASPEKSINDO, utamanya wisata bahari dan potensi maritim. Wapres juga menginstruksikan Mendagri untuk mendukung ASPEKSINDO.Dukungan Wapres JK disampaikan langsung saat menerima lawatan pengurus teras ASPEKSINDO di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2018).

Wapres JK didampingi Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Mohamad Oemar, dan Staf Khusus Wakil Presiden, Alwi Hamu.Pada pertemuan tersebut, delegasi ASPEKSINDO dipimpin Muh Rapsel Ali, yang juga pendiri asosiasi ini. Ketua Umum ASPEKSINDO, Basli Ali, berhalangan hadir karena sedang ibadah haji. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, yang tampil memperkenalkan pengurus ASPEKSINDO yang hadir.

Gubernur di ASPEKSINDO selaku dewan kehormatan.Wapres JK sempat mempertanyakan perbedaan ASPEKSINSO dengan asosiasi lain, seperti Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Lalu dijawab oleh pengurus bahwa ASPEKSINDO sengaja didirikan untuk menangani permasalahan pemerintahan daerah yang berada di kepulauan dan pesisir.“Bedanya lebih khusus, kepulauan memiliki potensi yang banyak, laut, ikan, wisata, ini selama ini tak pernah tersentuh secara khusus,” terang salah satu penggagas ASPEKSINDO, Sokhi Atulo Laoly, yang juga Bupati Kabupaten Nias.Wapres JK menanggapi antusias, dan mendorong percepatan program kerja ASPEKSINDO menangani permasalahan pemerintahan daerah yang berada di kepulauan dan pesisir. Melalui Staf Khusus Wakil Presiden, Alwi Hamu, JK juga mengimbau seluruh daerah pesisir bergabung dengan ASPEKSINDO.”Mengimbau daerah yang punya karakteristik kepulauan agar bergabung dengan ASPEKSINDO,” tutur Alwi Hamu yang juga merupakan Ketua Dewan Pakar ASPEKSINDO. (*)

Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong Meninggal Dunia

ASPEKSINDO – Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong dikabarkan meninggal dunia pada hari ini tanggal 9/06/2021 . Kabar duka menyebar melalui social media Fb , dan terutama group Whatsaap .

Helmud meninggal di pesawat dalam perjalanan Bali menuju Manado yang pesawatnya transit di Makassar .

Kabar meninggalnya Helmud ( Wakil Bupati kepulauan Sangihe ) menjadi duka bagi masyarakat kepulauan Sangihe, Ucapan duka mengalir di media social(Medsos) .

“Kebaikanmu akan selalu diingat seluruh masyarakat Kepulauan Sangihe, Selamat Jalan Papa Embo Helmud Hontong,” Tulis pengguna Facebook .

Kami Keluarga besar dari Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) , turut berduka cita yang sedalam dalamnya untuk keluarga yang di tinggalkan maupun kepada masyarakat kepulauan Sangihe . Semoga Amal beliau diterima oleh Tuhan yang maha Esa . Hormat kami kepada Pak Helmud Hontong .

Apeksindo-rapat-Munas

Aspeksindo Menyambut Munas dan Rapat Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) mengadakan pertemuan rapat kerja sekaligus buka bersama di kantor Penajam Paser Utara (PPU) . Pertemuan ini turut  dihadiri oleh enam bupati daerah serta wakil bupati .

            1.Bupati bangka tengah

            2.Walikota Kupang

            3.Bupati Bangka Belitung

            4.Bupati Nias

            5. Bupati PPU

            6.Bupati Mempawah

Kegiatan yang dilakukan guna membicarakan Rancangan Undang – Undang Kepulauan dan acara MUNAS , yang akan di laksanakan agustus mendatang .

Menurut Drs.Sokhiatulo Laoli selaku bupati Nias , kita telah mengoreksi undang undang kepulauan dan ternyata masih ada beberapa kepulauan yang belum masuk daftar, termasuk kepulauan nias , mari kita informasikan kepada daerah daerah lainya , sehingga dari Aspeksindo membuat surat kepada DPR – RI dan DPD juga yang menggagas RUU ini .

Didalam RUU Kepulauan ini ada dua skema dijelaskan , ada provinsi kepulauan dan daerah kepulauan .  Daerah Provinsi Kepulauan adalah daerah provinsi yang memiliki karekteristik secara geografis dengan wilayah lautan lebih luas dari daratan yang didalamnya terdapat pulau-pulau yang membentuk gugusan pulau sehingga menjadi satu kesatuan geografis dan sosial budaya sedangkan Daerah Kepulauan adalah daerah yang memiliki karekteristik secara geografis dengan wilayah lautan lebih luas dari daratan yang didalamnya terdapat pulau-pulau yang membentuk gugusan pulau sehingga menjadi satu kesatuan geografis dan sosial budaya.” Ujar Dr.Andi Fajar Asti ”

Dan juga ada beberapa daerah yang bukan provinsi kepulauan tapi termasuk dalam daerah kepulauan salah satunya adalah daerah kepulauan Nias .

Seperti yang pernah saya sampaikan , jadi mana dahulu daerah daerah yang perlu didatakan dan dimasukan, yang terpenting aspeksindo membuat susulan surat mana yang layak masuk dan tidak layak masuk . Mengapa kita memperjuangkan RUU ini ? karena ini sangat menguntungkan bagi daerah kepulauan dan sangat wajar bagi daerah kepulauan mendapatkan perhatian khusus dari negara , menurut informasi yang kami terima ,bahwa nanti akan dapat konpensasi dana dari APBN sejumlah 200 Milyar . Menurut saya kita data dahulu kepulauan yang terlihat layak , dan tidak usah di kaji kaji lagi yang terpenting itu masuk , kita juga harus membuat surat dari Aspeksindo nanti keburu dibahas .Selain itu harus didorong tentang RUU Kepulauan , kita juga perlu sosialisasikan kepada daerah daerah kepulauan dan juga kasih waktu . “Ujar begitu Drs.Sokhiatulo Laoli “

william-Shakepare

Hari buku Sedunia 23 April , Kematian Para Penulis

Hari buku sedunia

Aspeksindo.or.id, Hari Buku Sedunia atau World Book Daya diperingati setiap tahun pada tanggal 23 April , Tahun ini bertepatan pada Jumat, 23 April 2021 .

Sejarah World Book Day bermula sejak tahun 1995 ditetapkan oleh UNITED NATIONS EDUCATIONAL SCIENTIFIC and CULTRURAL ORGANIZATION ( UNESCO ) di Paris .

Usulan Penetapan Hari buku sedunia oleh UNESCO mengharapkan adanya hari buku menjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan kesadar akan pentingnya membaca, bagi para kalangan dewasa maupun anak – anak .

Dikutip National Today, bahwa hari buku harus diperingati. Awalnya , penulis Valencia Vicente Clavel Andres menyarakan , hari itu haruslah pada hari yang harus dihormati oleh penulis Mieguel De cavantes seorang novelis , penyair dari Spanyol .

Baca Juga : Cara Merayakan Hari Buku Sedunia 2021 Ditengah Pandemi

Bisa jadi ini adalah hari ulang tahunya, pada 7 Oktober atau hari kematianya, pada tanggal 23 April . Karena hari kematinya bertepatan dengna tanggal dimana William Shakespeare dan inca Garcilaso de la Vega Juga meninggal , maka tanggal 23 April ini menjadi moment terpilihnya sebagai Hari Buku Sedunia .

Bahkan di tanggal yang sama juga terdapat beberapa penulis terkenal lainnya yang juga meninggal pada sat itu , seperti William Wordsworh dan David Halberstam .

Jadi begitu alasan mengapa setiap tanggal 23 April di adakan peringatan Hari buku Sedunia , karena salah satunya adalah untuk mengenang para Penulis yang telah merubah sejarah didalam dunia kepenulisan .

Tokoh yang meninggal pada tanggal yang sama :

William Wordsworth meninggal pada tahun 23 April 1850 pada umur 80 tahun , adalah penyair inggris yang membantu dalam era romantic dalam sastra inggris.

David Halberstam (Lahir pada tanggal 10 April tahun 1934, Meninggal pada tahun 1934 – April 23 tahun 2007 merupakan seorang jurnalis, penulis, dan sejarawan pemenang Penghargaan Pulitzer dari Amerika.

Selamat Hari Buku Sedunia , Buku adalah jendela dunia bagi kalangan siapa pun mau tua atau dewasa .

Aspeksindo

Penyu Belimbing Tersangkut Jaring Rumpon , Penyu Belimbing Akhirnya Selamat

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) Wilayah Kerja (Wilker) Palu bersama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Buol, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Buol, Komandan Pos TNI AL Kab. Buol, Pengawas Perikanan (PSDKP) Kab. Buol dan Komunitas Pemerhati Lingkungan Kab. Buol, berhasil selamatkan penyu belimbing yang terperangkap jaring rumpon nelayan di Pantai Kelurahan Leok, Kab. Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.

Penyu belimbing ditemukan terperangkap oleh pemilik rumpon, Sulaeman sekitar pukul 10.00 WITA. Kejadian tersebut langsung dilaporkan Sulaeman kepada Pengawas Perikanan (PSDKP) Kab. Buol yang kemudian berkoordinasi dengan BPSPL Makassar Wilker Palu untuk langsung bergerak menuju lokasi melakukan penanganan.

Kepala BPSPL Makassar, Getreda M. Hehanussa menerangkan bahwa penyu belimbing yang terperangkap jaring rumpon nelayan diselamatkan oleh tim respon cepat dengan menarik penyu tersebut ke darat untuk melepaskan jaring yang melilit badan penyu.

Baca Juga : KKP Berhasil Selamatkan Lumba-lumba Terdampar di Jembrana Bali

“Setelah dilakukan pengecekan kondisi penyu dan pengambilan data morfometrik. Diketahui bahwa panjang karapasnya 163 cm, lebar karapas 107,5 cm dan berjenis kelamin jantan. Sebelum dilakukan pelepasliaran tim respon cepat juga mengambil foto ID untuk mengidentifikasi dan mendata penyu tersebut,” ujar Getreda saat dihubungi di Makassar.

Lebih lanjut Getreda menambahkan, selain melakukan respon cepat, tim juga memberikan sosialisasi langsung kepada nelayan setempat mengenai status perlindungan penyu serta jenis-jenis biota lain yang dilindungi oleh Undang-Undang.

“Apresiasi yang tinggi disampaikan kepada nelayan yang telah melakukan tindakan yang tepat terhadap upaya penyelamatan penyu yang tidak sengaja tertangkap,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Tb. Haeru Rahayu dalam keterangannya di Jakarta menjelaskan bahwa penyu merupakan biota laut yang dilindungi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Hal ini juga diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 526/MEN-KP/VIII/2015 tentang Pelaksanaan Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh, dan/atau Produk Turunannya. Artinya segala bentuk pemanfaatan penyu baik dalam keadaan hidup, mati maupun pemanfaatan bagian tubuhnya dilarang.

“Penyu menjadi salah satu dari 20 jenis ikan target konservasi oleh KKP yang telah diterbitkan dalam dokumen Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Penyu periode 2016 – 2020. Rencana ini menjadi arahan dan acuan dalam meningkatkan upaya sosialisasi, pengawasan dan penegakan hukum, serta mengurangi kematian penyu” tegas Tebe.

Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) merupakan spesies penyu terbesar dan reptil terbesar ke-4 di dunia. Spesies penyu ini juga termasuk unik karena tidak memiliki karapas yang keras namun tulang cangkang dibungkus kulit yang berlemak. Selain itu, penyu belimbing adalah penyelam yang tangguh dan penjelajah dunia namun keberadaannya saat ini sudah hampir punah.

Sumber : HUMAS DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT

aspeksindo

KKP Berhasil Selamatkan Lumba-lumba Terdampar di Jembrana Bali

Nomor: SP. 421/SJ.5/IV/2021

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan seekor lumba-lumba risso (Risso dolphin) yang terdampar di Pantai Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Jumat (16/4/2021).

Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso menerangkan bahwa timnya menerima laporan dari warga bernama Made Surianta tentang lumba-lumba yang terlihat terdampar di perairan Pantai Banjar Tembles, Kabupaten Jembrana pada pukul 04.30 WITA.

Baca Juga : Sempat Terperangkap Jaring Rumpon, Penyu Belimbing Akhirnya Selamat

Mamalia laut berjenis lumba-lumba risso tersebut berusaha didorong kembali ke laut oleh beberapa warga namun kembali terdampar. Saat ditemukan di koordinat 8°23’45,7″LS dan 114°43’50,2″BT, kondisi lumba-lumba masih bergerak dan bernafas.

“Pukul 11.15 WITA masih berdenyut jantungnya namun sudah tidak merespon dan tidak bergerak. Terindentifikasi berukuran kurang lebih 3 meter, usia kira-kira 15 tahun, berjenis kelamin betina,” jelas Yudi.

Saat tim respon cepat tiba di lokasi, lumba-lumba telah diupayakan digiring ke tengah laut oleh Satuan Pengawas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Jembrana, Jakarta Animal Network, Pokmaswas Satgas Lingkungan Pejarakan sampai pukul 15.30 WITA namun kembali terdampar.

“Tim PSDKP menghubungi drh. Dwi (Flying Vet) untuk meminta saran tindak lanjut penanganan. Berdasarkan petunjuk dokter akhirnya lumba-lumba dipindahkan ke Pelabuhan Pengambengan dan akan dilepas menggunakan kapal di tengah laut. Jam 16.45 WITA lumba-lumba berhasil dipindahkan menuju pick up untuk selanjutnya berangkat menuju pelabuhan Pengambengan,” urainya.

Saat tiba di pelabuhan Pengambengan, tim bersama PSDKP, Flying Vet dan Jakarta Animal Network berhasil membawa lumba-lumba menuju tengah laut dengan perahu nelayan setempat melepasliarkan ke tengah laut. Sementara kondisi selanjutnya dipantau oleh taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana untuk mengantisipasi lumba-lumba terdampar kembali.

Lumba-lumba termasuk mamalia laut yang dilindungi secara nasional.  KKP telah menetapkan rencana aksi nasional (RAN) konservasi bagi semua jenis mamalia laut tersebut melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 79 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Mamalia Laut Tahun 2018-2022.

Sumber: HUMAS DITJEN PENGELOLAAN RUANG LAUT